Letak Geografis Kebundadap Timur

Desa Kebundadap Timur terdiri 4 Dusun, 4 RW, dan 15 RT, yaitu Dusun Ares Tengah (RT 01, RT 02, RT 03), Dusun Panggulan (RT 05, RT 06, RT 07, RT 08), Dusun Ro’ Soro’ (RT 09, RT 10, RT 11, RT 12), dan Dusun Katapang (RT 13, RT 14, RT 15, RT 16).

Sambutan kepala desa Kebundadap Timur

Sambutan kepala desa Kebundadap Timur dalam rapat karang taruna dan perangkat desa

Rapat Karang Taruna dan Perangkat Desa Kebundadap Timur

Rapat Karang Taruna dan Perangkat Desa Kebundadap Timur membahas rangkaian acara untuk memperingati HUT RI

Sosialisasi Pembuatan Sirup Mangrove

Ibu PKK Kebundadap Timur menghadiri sosialisasi pemanfaatan buah mangrove menjadi sirup.

Upacara Nyadher

Nyadher atau nadzar yang artinya adalah niatan yang harus dilaksanakan, upacara ini dilaksanakan tiap dua kali dalam setahun oleh warga desa pinggir papas untuk menghormati jasa Mbah Anggasuto karena telah menemukan dan mengajarkan cara membuat garam pertama kali di desa pinggir papas.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Aura 17 Agustusan di Kebundadap Timur


"Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita" - 17 Agustus 1945 (H.Mutahar)

     Gegap gempita perayaan HUT RI sudah terasa hampir di seluruh penjuru Indonesia. Bendera merah putih terpasang di seluruh tempat, mulai dari kantor pemerintahan, swasta, hinggi rumah-rumah warga dan “aura” 17 Agustusan sudah sangat terasa. Aura khas 17 Agustusan lainnya adalah perlombaan yang biasanya dilaksanakan di setiap desa. 
     Tak ingin ketinggalan, desa Kebundadap Timur juga ikut memeriahkan HUT RI yang ke-72 ini. Bersama pemuda karang taruna 'Ranabekor',perangkat desa, peserta KKN Universitas Trunojoyo Madura kelompok 88 dan seluruh warga Kebundadap Timur mengadakan beberapa perlombaan menarik. Rangkaian lomba yang terdiri dari lomba balap karung, bola joget, lari kelereng, catur, makan krupuk, pukul balon, dan lomba lainnya yabf dilaksanakan mulai tanggal 5 Agustus hingga 20 Agustus 2017.

       Selain untuk memeriahkan HUT RI, pelaksanaan lomba ini di harapkan dapat mendekatkan kembali warga desa dan sebagai hiburan warga Kebundadap Timur. Perhelatan ini akan di tutup dengan upacara kemerdekaan dan syukuran bersama warga desa kebundadap Timur.




Share:

Senin, 07 Agustus 2017

Asal Usul Desa Kebundadap Timur

      Nama Kebundadap tidak bisa dipisahkan dengan cerita asal muasal pohon dadap yang ditemukan oleh Mbah Adi. Mbah Adi merupakan sesepuh desa yang sangat disegani didesanya, beliau juga sering melakukan pertapaan di tempat-tempat yang dianggap sakral oleh penduduk desa.
    Suatu ketika saat Mbah Adi melakukan pertapaan di tempat yang sering beliau datangi untuk bertafakur kepada Yang Maha Kuasa. Beliau di kagetkan dengan jatuhnya sebuah benda, setelah beliau lihat ternyata yang jatuh adalah sebuah biji-bijian yang baru pertama kali beliau temui.
   Sepulang dari tempat pertapaan, beliau singgah di pemakan putih dusun Panggulan dan menaburkan biji-bijian yang ia temukan di tempat bertapanya. Hari demi hari berganti minggu, minggu pun bermetaforfosis menjadi bulan, bulan demi bulan beranjak menjadi tahun, buah yang Mbah Adi tabur di sekitar pemakan putih tumbuh subur dan rimbun dengan pohonnya yang memiliki duri hitam kecil hampir di semua batang pohonnya dan kemudian Mbah Adi menamainya dengan pohon dadap.

     Seiring berjalannya waktu pohon dadap menyebar di seluruh desa dari ujung barat hingga timur, dari utara ke selatan sehingga banyak warga yang menanamnya untuk di jadikan sebagai pagar hidup di sekitar pekarangan rumahnya. Dengan banyaknya pohon dadap yang tumbuh di desa sehingga terlihat seperti sebuah kebun dadap dan Mbah Adi memutuskan memberi nama desa ini dengan nama Kebundadap.
     Sebelum Indonesia meraih kemerdekaannya desa Kebundadap Barat dan desa Kebundadap Timur masih menjadi satu desa yaitu desa Kebundadap. Namun, setelah kemerdekaan Indonesia desa Kebundadap dipecah menjadi dua desa, yaitu desa Kebundadap Barat dan desa Kebundadap Timur.
   Didesa Kebundadap Timur terdapat empat dusun yang masing-masing dusun memiliki cerita tentang asal usul nama dari setiap dusun. Di awali dari cerita kiai Nur Alam yang bertempat tinggal di dusun Katapang, beliau merupakan salah satu sesepuh desa yang juga disegani. Dusun Katapang yang berada diujung timur desa Kebundadap Timur dan berbatasan langsung dengan desa Tanjung, kata Ketapang berasal dari kata Pertapaan merupakan tempat untuk bertapanya para sesepuh desa salah satunya ialah Kiai Nur Alam.

      Dusun Panggulan, sekalipun dusun Katapang merupakan tempat pertapaan namun warga dusun Katapang dan dua dusun lainnya tidak bisa mengalahkan kehebatan dari dusun Panggulan. Karena warga dusun Panggulan lebih unggul dari pada dusun Katapang maka oleh kiai Nur Alam dinamakanlah dusun Panggulan atau Pa-Unggulan yang artinya hebat.
     Dusun Ro’ Soro’ memiliki dua versi asal usul diberikannya nama Ro; Soro’ untuk dusun tersebut. Riwayat pertama menceritakan bahwa nama Ro’ Soro’ adalah dusun yang paling mudah untuk menemukannya sumber mata air, cukup menggali tanah beberapa meter maka air akan muncul dari dalam tanah. Kata Soro’ atau Ngorok dalam bahasa Madura memiliki arti menggali tanah.
     Riwayat lain mengatakan bahwa kata Ro’ Soro’ berasal dari bahasa Indonesia yaitu Surau yang artinya adalah langgar (masjid kecil/musala tempat mengaji atau shalat, tetapi tidak digunakan untuk shalat Jum’at). Konon dari keempat dusun tersebut yang memiliki langgar/surau hanya dusun Ro’ Soro’ sedangkan dusun yang lain tidak memiliki langgar/surau.
    Dusun yang terakhir adalah Ares Tengah merupakan dusun yang sangat berpengaruh ketimbang dari ketiga dusun yang lain, namun diriwayatkan bahwa warga Ares Tengah memiliki sifat yang kurang baik, yaitu setengah-setengah (tidak totalitas) dalam berbagai hal. Meskipun begitu warga dusun Ares Tengah pernah menjadi kepala desa dalam 3 periode yaitu pak Arjei, pak Muasfat, dan pak Hamzah. Setelah itu desa Kebundadap Timur dipimpin oleh warga dusun Ro’ Soro’ dalam 1 periode dan dilanjutkan oleh warga Katapang dalam 2 periode yang terakhir dan masih menjadi kepala desa ialah dari warga dusun Panggulan.
Share:

Icip-icip Kudapan Khas Kebundadap, Gettas



      Salah satu kudapan khas yang tidak boleh ketinggalan ketika berkunjung ke desa Kebundadap Timur adalah gettas. Gettas merupakan salah satu kudapan yang wajib ada ketika upacara Nyadher. Bahan dan cara pembuatannya pun sederhana. Hanya dengan mencampurkan tepung ketan, kelapa, dan garam. Kemudian campuran tersebut dibentuk dan di goreng hingga berubah warna menjadi kuning keemasan. Gettas yang telah di goreng tersebut dicelupkan ke pelapis yang terbuat dari gula.
       Yang istimewa dari kudapan satu ini adalah pelapis gulanya yang unik. Gettas dilapisi gula kental yang terbuat dari campuran gula halus, gula aren, putih telur, dan sedikit cuka. Sayangnya, kudapan ini tidak bisa bertahan lama. Gula akan mencair jika di diamkan lebih dari sehari. 


Pembuatan Gettas
      Hampir semua kalangan menyukai kudapan yang satu ini karena rasanya yang manis dan gurih, serta harganya yang sangat terjangkau.Bagi anda pecinta kudapan manis, tidak ada salahnya mencoa kudapan ini.



Share:

Kamis, 03 Agustus 2017

Asal Usul Upacara Nyadher


Nyadher atau nadzar yang artinya adalah niatan yang harus dilaksanakan, upacara ini dilaksanakan tiap dua kali dalam setahun oleh warga desa pinggir papas untuk menghormati jasa Mbah Anggasuto karena telah menemukan dan mengajarkan cara membuat garam pertama kali di desa pinggir papas.

Mbah Anggasuto merupakan panglima perang kerajaan bali yang selamat dalam pertempuran antara kerajaan Bali dan kerajaan Sumenep. Dalam pertempuran tersebut kerajaan Bali mengalami kekalahan yang luar biasa dengan banyaknya pasukan dan beberapa panglima perangnya yang tewas dalam peperangan tersebut sehingga pasukan kerajaan Bali pulang dengan duka yang mendalam. Mbah Anggasuto yang berhasil menyelamatkan diri dalam pertempuran tersebut singgah di pantai pinggir papas.


Dalam persinggahannya di pantai pinggir papas, air laut dalam kondisi surut dan Mbah Anggasto melihat jejak telapak kaki di sekitar bibir pantai yang di dalamnya terdapat sedikit air laut. Selang beberapa hari setalah menemukan tempat tinggal di desa Kebundadap Timur Mbah Anggasuto kembali lagi ke pantai pinggir papas dan melihat di dalam jejak telapak kaki yang beliau temukan beberapa hari lalu terdapat butiran kristal di dalamnya, butiran inilah yang dinamakan garam.

          Selanjutnya Mbah Anggasuto mencoba membuat garam dan bernadzar seraya berkata “apabila garam ini berhasil terbentuk maka saya akan mengadakan selamatan”. Setelah garam berhasil terbentuk dan Mbah Anggasuto menepati nadzarnya untuk mengadakan acara selamatan dan Mbah Anggsuto juga mengajarkan bagaimana cara membuat garam pada warga desa pinggir papas. Upacara tersebut yang secara turun temurun di lakukan oleh warga desa pinggir papas untuk menghormati jasa Mbah Anggasuto yang telah mengajarkan tata cara membuat garam pertama kali.
Share:

Teknologi Tepat Guna

Teknologi merupakan hal yang dapat membantu, meringankan dan bahkan menggantikan posisi manusia, tepat berarti hal yang sesuai serta bermanfaat, dan guna ialah sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Perkembangan teknologi saat ini sudah menggunakan prinsip otomatis, karena teknologi yang bersifat otomatis hanya memerlukan sedikit tenaga manusia.
Saklar lampu otomatis merupakan teknologi sederhana yang dapat diterapkan di rumah-rumah warga atau bisa digunakan sebagai saklar lampu penerangan jalan umum (PJU). Sesuai dengan namanya saklar lampu otomatis bekerja secara otomatis pada kondisi siang hari saklar akan memutus aliran listrik dan mematikan lampu, begitu juga sebaliknya ketika kondisi malam hari saklar akan menghubungkan aliran listrik sehingga lampu akan menyala.
Pembuatan saklar ini menggunakan komponen yang mudah ditemukan di toko elektronik dan harganya yang sangat terjangkau. Komponen utama yang digunakan ialah LDR dan relay, LDR (long distance relationship) merupakan sebuah sensor cahaya non-polar yang sangat mudah diaplikasikan serta relay sebagai penghubung dan pemutus arus listrik dalam kata lain relay bisa di katakan sebagai saklar. Komponen-komponen yang di gunakan untuk membuat saklar otomatis sebagai berikut:
1.      LDR
2.      Relay
3.      Potensiomete
4.      Resistor
5.      Diode
6.      Transistor NPN

7.      PCB metrik
8.      Solder dan Timah
9.      Power Supply
10.      Skema rangkaian

Manfaat yang timbul jika menggunakan saklar otomatis salah satunya adalah dapat menghemat penggunaan listrik di siang hari sehingga bisa meminimalkan pengeluaran biaya listrik yang dibayar.
Share:

Rabu, 02 Agustus 2017

Media Pembelajaran “ PROSES ABRASI” Untuk Siswa SDN Kebundadap Timur 1

Salah satu kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh KKN 88 Universitas Trunojoyo Madura adalah memberikan inovasi terhadap media pembelajaran “proses abrasi”. Dalam kegiatan ini mahasiswa meminta izin kepada salah satu lembaga pendidikan yang ada di desa Kebundadap Timur yakni SDN Kebundadap Timur I. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2017.
Salah satu alasan diadakannya pengajaran menggunakan media pembelajaran adalah mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura melihat bahwasanya penting sekali masyarakat pesisir terutama siswa-siswi yang duduk di Sekolah Dasar yang sedang menerima pelajaran mengenai salah satu kenampakan alam (Abrasi) dan menemui secara langsung di kawasan tempat tinggalnya untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya abrasi serta bagaimana cara mencegah terjadinya pengikisan tanah akibat ombak laut tersebut. Agar materi penting tersebut tidak hanya menjadi pembelajaran secara teoritis saja, maka Mahasiwa KKN 88 Universitas Trunojoyo Madura berinisiatif memberi pembelajaran melalui media yang lebih konkrit perlu diberikan kepada siswa-siswi SD di pesisir pantai tersebut.
            Adapun tujuan dari adanya media pembelajaran yakni agar pengajar lebih mudah menyampaikan materi yang diberikan kepada para murid baik  di kelas maupun di luar kelas. Alat bantu proses belajar mengajar tersebut juga berfungsi untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan atau ketrampilan siswa. Selain itu, manfaat media pembelajaran bagi siswa sendiri antara lain dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan untuk belajar, serta membantu proses penyimpanan memori mengenai materi bertahan lebih lama.
Dokumentasi Mahasiswa KKN 88/2017 Universitas Trunojoyo Madura
Media Pembelajaran “Proses Abrasi”



Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon positif oleh pihak lembaga (SDN Kebundadap Timur I) dan antusias dari siswa-siswi di Desa Kebundadap Timur.
Share:

Senin, 31 Juli 2017

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Kebundadap

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Kebun Dadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep

Pemerintah Desa merupakan lembaga perpanjangan pemerintah pusat yang memiliki peran strategi untuk mengatur masyarakat yang ada di perdesaan demi mewujudkan pembangunan pemerintah. Berdasarkan perannya tersebut, maka diterbitkanlah peraturan-peraturan atau undang-undang yang berkaitan dengan pemerintahan desa yang mengatur pemerintahan Desa, sehingga roda pemerintahan berjalan dengan optimal.
Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa, yang meliputi Sekretaris Desa dan lainnya. Struktur organisasinya adalah sebagai berikut.
  • Kepala Desa                : Budiono, S.H. Yang dibantu oleh Badan Pengawas Desa (BPD)
  • Sekretaris Desa          : Rahmat Pajar
  • Bendahara Desa         : Sakir



Selain BPD, Kepala Desa juga dibantu 4 kepala bidang yaitu :
  • Kepala Urusan (KAUR) Kesejahteraan Rakyat (KESRA) : H. Sahwatun
  • Kepala Urusan (KAUR) Pemerintahan                                 : Lutfi Darman
  • Kepala Urusan (KAUR) Pembangunan                                : Juhari
  • Kepala Urusan (KAUR) Perencanaan Program                  : Ardiyono



Kebundadap Timur terdiri dari 4 Dusun yang di ketuai oleh KADUS yang telah ditunjuk oleh Kepala Desa, yaitu :
  • Kepala Dusun (KADUS) Panggulan    : Supatno
  • Kepala Dusun (KADUS) Ares Tengah : Sutanto
  • Kepala Dusun (KADUS) Katapang      : Sugiono
  • Kepala Dusun (KADUS) Ro’ Soro’       : N. Hidayat
Share:

Popular